PENGERTIAN :
pengertian pergaulan bebas adalah perilaku yang telah melewati batas norma yang berlaku. Norma ini bisa meliputi agama, susila, sosial, dan lainnya. Ada banyak macam pergaulan bebas seperti penyalahhunaan narkoba, seks bebas, mabuk, sampai kenakalan remaja.
PENYEBAB :
1. pengaruh lingkungan
2. faktor keluarga
3. penggunaan sosial media yang salah
4. pengaruh teman
5. kurang kepahaman agama
DAMPAK :
salah satu dampak daru pergaulan bebas yaitu adalah seks dimasa remaja. biasanya rasa ingin tahu remaja dengan dunia seks sangat tinggi tanpa memikirkan resiko kedepannya, salah satunya kehamilan diluar nikah dan penyakit menular seksual.
PENYAKIT ATAU GANGGUAN YANG DAPAT TERJADI :
1. Reiter
Penyakit reiter ini merupakan penyakit yang penularannya terjadi lewat hubungan kelamin, ini sering ditemukan di wilayah Inggris dan Amerika Utara. Namun, pada wilayah Eropa, Afrika, dan Asia, penyakit reiter ini lebih sering ditemukan pada penderita disentri amuba, disentri basilus, dan diare non spesifik.
2. Sifilis
Penyakit sifilis ini disebabkan oleh Treponema pallidum, penyakit ini berbahaya bagi kedua pasangan. Bagi ibu hamil juga dapat berbahaya karena akan menyebabkan kecacatan lahir pada bayi dan bisa juga lahir dalam kondisi meninggal.
Gejala penyakit ini berupa luka yang menandakan bakteri masuk, lalu muncul ruam pada tubuh. Selain itu ada juga yang tidak menimbulkan gejala, namun bakteri tetap masuk ke dalam tubuh.
Penyakit ini menyebar melalui hubungan seksual, di mana antara pria dan wanita memiliki penyakit sifilis. Sifilis ini rentan menular dengan orang yang sering ganti pasangan.
3. Herpes Genitalis
Ini adalah penyakit menular yang dialami pria dan wanita setelah berhubungan seks. Penyakit ini menimbulkan luka melepuh di area kelamin, bahkan penderita penyakit herpes genitalis ini bisa saja tidak menimbulkan gejala.
Bagi yang bergejala biasanya ditandai dengan luka yang melepuh, gatal, dan sakit. Gejala ini biasanya bisa saja kambuh dalam satu tahun. Namun dengan seiring waktu karena kekebalan tubuh intensitas kambuhnya akan berkurang.
Penyebaran penyakit ini biasanya melalui hubungan seksual dengan orang yang memiliki penyakit herpes ini. Penyakit herpes ini juga dapat menular pada bayi dalam kandungan ibu hamil.
4. Gonore
Gonore merupakan salah satu penyakit kelamin pada pria. Penyakit ini menimbulkan gejala berupa nanah yang keluar dari penis. Penderita penyakit ini akan merasa sakit ketika buang air kecil. Penyakit ini dapat sembuh dalam beberapa hari jika mendapat penanganan yang tepat.
Bakteri yang menyebabkan penyakit ini muncul adalah Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini menular karena hubungan seksual. Seseorang lebih mudah tertular apabila sering ganti pasangan. Penyakit gonore ini tidak memiliki gejala bagi wanita yang menderita penyakit ini.
Seperti pada penyakit kelamin lainnya. Penyakit ini dapat menular pada bayi dari kandungan ibu hamil saat proses persalinan. Biasanya bayi yang tertular akan ada keluhan pada mata.
5. Kondiloma Akuminata
Kondiloma akuminata ini dapat disebut juga dengan kutil kelamin. Penyakit ini disebabkan oleh virus human papillomavirus (HPV). Penyakit ini biasanya ditularkan karena berhubungan seks tanpa pengaman.
Dikutip dari alodokter, bahwa pria yang mengalami penyakit ini sebagian besar berumur antara 17-30 tahun. Selain pria, wanita juga dapat mengalami penyakit kutil kelamin ini. Jika dibiarkan saja, kondiloma akuminata ini dapat terus membesar dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
6. Trikomoniasis
Trikomoniasis ini adalah penyakit kelamin menular yang oleh parasit Trichomonas vaginalis. Penyakit ini menular karena berhubungan seks tanpa kondom. Penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala, namun seseorang yang menderita trikomoniasis ini dapat menularkan kepada orang lain.
7. Klamidia
Klamidia adalah penyakit seksual menular yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit ini dapat terjadi pada pria maupun wanita. Bakteri ini bisa menularkan penyakit ke leher rahim (serviks), saluran kencing, anus, tenggorokan, dan mata.
8. Ulkus Molle
Ulkus molle ini juga dapat disebut dengan chancroid. Infeksi bakteri ini dapat terjadi pada pria dan wanita. Penyakit ini ditimbulkan oleh bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri ini menyerang bagian luar kelamin yang menimbulkan luka dan bintik kecil.
9. Lymphogranuloma Venereum (LGV)
Penyakit ini disebabkan karena infeksi bakteri Chlamydia trachomatis varian L1, L2, dan L3. Ini adalah penyakit seksual menular. Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja yang aktif melakukan hubungan seksual sesama jenis. Dikutip dari alodokter, penyakit ini lebih seringnya terjadi pada pria berumur 15-4 tahun.
10. Granuloma Inguinale
Granuloma inguinale ini adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Klebsiella granulomatis. Penyakit ini dapat menginfeksi orang yang aktif berhubungan seksual tanpa pengaman antara umur 20-40 tahun.
11. HIV dan AIDS
Human immunodeficiency virus (HIV) ini adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh. Virus ini juga didapat saat melakukan hubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan. Virus ini menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.
TEKNOLOGI PADA SISTEM REPRODUKSI :
1. Teknologi Sistem Reproduksi Pencitraan Ultrasound
Pencitraan Ultrasound yang selama ini kita kenal dan sering dilakukan oleh orang-orang yang bermasalah di bagian perutnya atau juga ibu-ibu hamil. Teknik ini akan menunjukkan sebuah gambar yang ada pada tubuh manusia terutama di bagian sekitar perut dengan memanfaatkan gelombang suara yang memiliki frekuensi tinggi.
Teknik ini tidak melibatkan rontgen hanya dengan memanfaatkan gelombang suara dari perangkat genggam dan memukul tubuh kita. Suara tersebut dipantulkan dan ditangkap lalu diproses dengan komputer dan menjadilah sebuah gambar visual yang terlihat nyata.
Teknik Ultrasound berguna untuk mengamati dan memeriksa gerakan organ tubuh manusia yang vital seperti hati, jantung, limpa, pankreas dan lain sebagainya. Terlebih lagi, USG sering dimanfaatkan untuk melihat keadaan janin pada tubuh seorang wanita yang sedang hamil. Bahkan sebelum janin itu lahir, manusia bisa melihat apakah jenis kelaminnya wanita atau pun pria. Semua itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan USG.
Manfaat lainnya dari USG adalah mudah digunakan, tersedia pencitraan yang nyata, gambar yang tersedia pun mampu memvisualisasikan struktur, gerakan dan fungsi hidup manusia di organ tubuh dan pembuluh darahnya.
Pada penggunaan USG, hanya ada 1 resiko yang terjadi yaitu pada diagnostik USG standar tidak akan berefek bahaya yang dapat menyebabkan pada manusia.
2. Teknologi Sistem Reproduksi Amniosentesis
Amniosentesis merupakan Teknologi Sistem Reproduksi di mana sebuah prosedur yang dianjurkan dokter pada saat masa kehamilan. Prosedur ini dilakukan untuk memeriksa adanya kelainan janin seperti misalnya sindrom Don, Spina Bifida dan kelainan lainnya.
Prosedur ini hanya dikhususkan untuk para wanita yang sedang hamil dan berisiko anak yang dilahirkan berpotensi cacat lahir. Tes ini biasanya dilakukan antara minggu ke 16 atau pun 20.
3. Fertilisasi In Vitro
Teknologi Sistem Reproduksi selanjutnya adalah Fertilisasi In Vitro. Kalau anda pernah mendengar Bayi Tabung, maka itulah yang disebut Fertilisasi In Vitro. Tindakan ini adalah teknologi kedokteran yang sering digunakan pasangan yang sulit mendapatkan seorang anak. Caranya adalah dengan membuahi sel telur dan prosesnya terjadi di luar rahim.
Teknologi ini dilakukan untuk mengatasi masalah mengenai kesuburan untuk mendapatkan keturunan, tetapi bukan berarti wanita atau si prianya mandul atau tidak bisa memiliki anak tetapi prosesnya saja yang tidak bisa bertemu antara keduanya.
4. Teknologi Sistem Reproduksi Kontrasepsi
Kontrasepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan setelah setelah berhubungan seksual antara wanita dan pria.
Kontrasepsi dilakukan dan dianjurkan oleh pemerintah dengan berbagai alasan seperti usia si wanita masih terlalu muda sehingga sangat berisiko jika hamil dan melahirkan anak. Si wanita pun terlalu tua sehingga akan begitu rentan saat hamil dan proses melahirkan. Terlalu banyak anak pun mengharuskan keduanya untuk mencegah kehamilan karena akan berdampak dari berbagai sudut pandang.
Dan alasan selanjutnya adalah jarak hamil dan melahirkan terlalu dekat dari satu anak ke anak lain. Jelas hal itu sangat berisiko terhadap kehamilan anak dan ibu. Tetapi jika kita berbicara mengenai agama, maka hal itu begitu dilarang karena anak adalah karunia berupa rezeki yang Tuhan berikan.
Kontrasepsi pun terdiri dari berbagai macam alat yang harus anda ketahui, alat itu adalah sebagai berikut ini:
1. Pil
Alat kontrasepsi berupa pil yang merupakan salah satu alat kontrasepsi yang memiliki jumlah 28 butir pil dan pengguna harus diminum 1 table untuk satu hari dalam waktu yang bersamaan. Saat anda mengkonsumsi pil ini, maka sangat disarankan untuk menunda berhubungan badan sampai paket pil habis.
2. Suntikan
Alat kontrasepsi selanjutnya adalah berupa suntikan. Biasanya suntikan diberikan selama sebulan sekali. Bagi para ibu yang ingin mencegah kehamilannya bisa lebih cenderung memilih suntikan sebagai solusinya karena memiliki kelebihan seperti tidak akan mengganggu aktivitas seksual anda, suntikan pun sangat efektif untuk mencegah mendapatkan keturunan.
3. Minipil
Pil progestin atau disebut dengan minipill terdiri dari 2 kemasan yaitu 35 pil levonorgestrel dan 28 pil desogestrel. Untuk penggunaannya juga sama seperti pil alat kontrasepsi lainnya. Yang jelas anda harus mematuhi aturan yang berlaku pada penggunaan minipil ini.
4. Implan
Teknologi Sistem Reproduksi kategori kontrasepsi berikutnya adalah Impan. Implan adalah alat kontrasepsi yang dipasang dengan cara ditanam pada tubuh atau badan wanita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar